5 Kelebihan Timnas Indonesia di Mata Rudy Keltjes

28 views

Di babak penyisihan Piala AFF 2016, Timnas indonesia membuat hadir kejutan. Dikepung tim-tim besar reputasi mengilap, Boaz Solossa dkk. justru melenggang ke babak semifinal menyisihkan tuan Tempat Tinggal Filipina dan pengoleksi empat gelar ajang tersebut, Singapura.

Terlepas lolosnya indonesia ke semifinal disebabkan pada kompetisi paling akhir babak penyisihan kelompok A, Filipina tumbang 0-1 di tangan Thailand. Hasil ini bisa dikatakan membuat kejutan disebabkan Timnas indonesia sempat absen sekitar satu tahun kian lebih beragam ajang internasional akibat sanksi yang dijatuhkan FiFA.

keberhasilan menang indonesia 2-1 dari Singapura di laga paling akhir ialah pembenaran bahwa lolosnya indonesia ke semifinal bukan disebabkan kebernasib baikan semata. Bahkan jika dipandang dari dua kompetisi yg terlebih dahulu, indonesia memang cocok atau sepadan mengikuti Thailand ke simifinal.

Dibanding Flipina dan Singapura, rataan gol indonesia tetap tambah baik, dua gol di setiap kompetisi. indonesia sendiri membuat catatan Selayak tim yang bisa membobol gawang Thailand 2 x 1, Walau mereka juga kemasukan empat gol.

Filipina dan Singapura tidak mampu menjebol gawang Thailand. ke-2nya kalah 0-1 di tangan tim mempunyai nama panggilan The War Elephants itu. cuma satu kekurangan indonesia terletak di pertahanannya. Tim buatan Alfred Riedl menjadi kontestan kelompok A yang paling banyak kebobolan, 7 kali kemasukan. tatkala Filipina dan Singapura sama-sama tiga kali kemasukan.

pengasuh kawakan indonesia, Rudy Keltjes menyebutkan 5 kelebihan Tim Garuda yang menjadi kunci berhasil indonesia Sampai ini. Bahkan jika seluruh kelebihan ini dtingkatkan lagi, ia yakin indonesia bisa melesat hingga ke final.

Apa saja itu? selanjutnya 5 kelebihan Timnas indonesia yang menonjol di mata eks pengasuh Persebaya, Persipura, PSMS Medan dan Pememberikan wejangan kata Teknis Timnas U-19 era indra Sjafri selama mereka berkiprah di ajang Piala AFF 2016 kini.

Semangat tempur para pemain indonesia luar biasa. Di tiga kompetisi babak penyisihan lalu, semangat tak mau kalah ditunjukkan Boaz Solossa dkk. Lebih hebat lagi, fighting spirit anak buah Alfred Riedl tak mengendur hingga akhir laga.

Perihal ini yang bikin timnas sukar ditaklukkan seluruh lawan-lawannya. Mental layaknya inilah yang menyebabkan indonesia tampil tidak sama di Piala AFF kini. Jika Perihal ini mereka pertahankan di babak semifinal, tak menutup kebolehjadian indonesia bisa menaklukkan Vietnam dan melesat ke final.

Kreatif dan Kompak

Walau persiapan mereka amat mepet, indonesia tampak kreatif dan kompak, spesialnya pada waktu itu lakukan serangan. Kerja sama para pemain dari tengah ke depan amat bagus, tidak monoton. Mereka juga jeli dalam melihat celah di pertahanan lawan.

ini tak lepas dari kemampuan pengasuh dalam menjadi penentu pemain yang cocok atau sepadan skema dan pola main yang ia terapkan. Hasilnya bisa dipandang sendiri, indonesia tidak pernah kehabisan cara untuk memproduksi peluang sekalian menjebol gawang lawan.

Para pemain indonesia amat tajam dalam merampungkan peluang. Rataan dua gol di setiap kompetisi menjadi bukti bahwa mereka amat produktif. nyaris seluruh pemain yang beroperasi di setiap lini bisa membuat sesuatu gol.

Jika ditingkatkan lagi, siapa pun lawan yang dihadapi Timnas, pasti bakal kesusahan hindari ketajaman para pemain indonesia.

Cepat

Kecepatan para pemain indonesia tak perlu diragukan. Tiga lawan yang mereka hadapi sudah merasakan betapa sukarnya menahan laju para pemain indonesia. Kecepatan ini pula yang menjadi senjata ampuh indonesia dalam menggempur pertahanan lawan, baik dari skema terjangan gempuran biasa maupun terjangan gempuran balik.

Percaya Diri

Walau mayoritas para pemain timnas dihuni pemain debutan, keyakinan diri para pemain indonesia cukup bagus. Mereka tidak kikuk bertemu lawan yang lebih mengisahkan di ajang internasional. Perihal ini sudah mereka tunjukkan di tiga kompetisi babak penyisihan.

Kalau pun kalah telak dari Thailand bukan bermakna mereka kurang percaya diri, akan tetapi disebabkan kelas pemain Thailand memang diatas indonesia, baik dari pribadi maupun tim.

logo