Jafri Sastra, Tempat Curhat Bintang Persib Rudolof Yanto Basna

53 views

Selayak pemain muda, bintang muda Persib Bandung, Rudolof Yanto Basna sudah pasti membutuhkan tempat curhat entah itu urusan cinta atau urusan permainan serta karirnya Selayak footballer.

Dari sekian orang yang sering menjadi tempat curhat Yanto Basna, pengasuh Mitra Kukar, Jafri Sastra ialah sosok yang sering diminta opininya oleh bek Timnas indonesia.

Yanto Basna pernah menjadi anak asuh Jafri Sastra menukangi Naga Mekes tahun 2015, sebelum ke-2nya berpisah disebabkan tidak sama pilihan. Yanto Basna menjadi penentu berlabuh ke Persib dan Jafri Sastra hijrah ke Persipura, Walau selanjutnya kembali ke Tenggarong.

“Ya, saya senantiasa letakkan diri Selayak ayah angkat bagi para pemain muda tak terterlepas dari Yanto Basna. Yanto Basna memang sering berkata saya, disebabkan memang pernah saya asuh di Mitra Kukar,” kata Jafri Sastra pada Bola.com, Sabtu (15/10/2016).

berbasickan pengasuh asal Sumatra Barat, komunikasi Yanto Basna tidak pernah putus Walau sekarang tidak sama tim. Yanto Basna sering mengadakan perjumpaannya bahkan kalau Naga Mekes atau Persipura beranjangsana ke tim-tim di Jawa, terlebih Persib Bandung dan PS TNi.

Yang paling diingat Jafri ialah waktu Yanto Basna curhat soal posisinya yang dipindahkan ke bek kanan. berbasickan Jafri, Yanto Basna waktu itu curhat tidak nyaman dipasang pengasuh Dejan Antonic di posisi itu.

“Pada waktu Persib Bandung melawan Arema Cronus di final Piala Bhayangkara, saya sempat melihat permainan Yanto Basna. waktu itu saya sedang di Bandara Soekarno-Hatta. Saya katakan sama pengasuh fisik Persipura, Yanto Basna di posisi itu (bek kanan) pasti tidak lama lagi dapat kartu warna merah. bahkan dia duel Esteban Vizcarra. Dan kenyataan, Yanto dikartu warna merah menit ke-77,” tuturnya.

“sesudah itu, waktu saya berada di Bogor, Yanto Basna datang dan curhat kalau dia tidak nyaman di posisi itu. lantas saya hinggakan, kamu harus bicara sama pengasuh kamu, kalau kamu tidak nyaman biar pengasuh tahu. Sesekali diletakkan di posisi itu tidak masalah untuk cerita juga. Tapi, kalau Yanto Basna memang spesialis stoper,” tambahnya.

bernasib baik sesudah substitusi pengasuh ke Djadjang Nurdjaman, Yanto Basna dibalikkan ke posisi semula. Jafri Sastra menilai jika Yanto Basna ialah pemain yang bertalenta dan mempunyai kecerdikan jika menempati posisi stoper.

Jafri mencontohkan tampilan Yanto Basna Timnas indonesia pada dua laga uji coba melawan Malaysia dan Vietnam di mana tampilan pemain kelahiran Papua itu nyaris tak ada cacat.

“Di timnas dia amat bermutu. Dia sesungguhnya pemain yang tidak sombong, cerdas dan tahu kapan ia harus melakukan sesuatu. Dia tahu kapan memotong bola dan amat cerdas untuk melihat arah bola serta pergerakan lawan. Akan amat sukar bagi pemain lawan untuk melewatinya,” ungkapnya.

Walau tidak lagi dalam satu tim, Jafri Sastra mengharapkan Yanto Basna terus menambah kemampuan dan tidak cepat puas apa yang sudah dicapai.

“ingat, jangan cepat puas disebabkan cepat puas umumnya diikuti rasa sombong. Terus tingkatkan kemampuan pribadi terttama skill agar bisa memberikan peran serta bagi tim di manapun bernaung,” kata Jafri Sastra menamatkan bincang-bincang.

logo