Ketika PSSI Manfaatkan Timnas Mengeruk Untung di AFF 2016

32 views

PSSi telah mengambil ketetapan laga semifinal leg pertama AFF 2016 antara Timnas indonesia melawan Vietnam hari Sabtu (3/12/16) yang dilaksanakan di stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Walau Pakansari bisa memuat 30.000 penonton, PSSi cuma Rupanya 27 ribu lembar tiket untuk penduduk disebabkan sisanya untuk undangan. PSSi menyebutkan seluruh tiket itu akan dijual online.

“Penjualan 100 persen online, tak ada penjualan tiket di hari H. Thai Ticket Major (TTM) bekerja sama juga kiostix,” tutur Ketua Panitia Pelaksana PSSi, Yeyen Tumena waktu jumpa pers di Gedung Epicentrum, Kuningan, Jakarta.

Yeyen mengucapkan atempat tiket itu kedepannya dibagi didalam tiga kategori yakni ViP, kategori 1 dan kategori 2. Soal harga, para penggemar sepakbola kelas menengah-bawah di indonesia harus sedikit menghela napas. Tiket ViP akan dijual Rp300 ribu, kategori 1 (tribun barat samping ViP) berharga Rp200 ribu, dan kategori 2 (tribun utara, selatan dan timur) dilepas Rp100 ribu.

Lalu bagaimana jika dibanding harga tiket pada kompetisi semifinal lain?

Berbasickan penelusuran Tirto, pada semifinal leg pertama antara Myanmar versus Thailand, 4 Desember nanti Myanmar selaku tuan Tempat Tinggal akan mendagangkan tiket seharga 160 baht (THB) ditambah biaya administrasi 20 baht. Jika dikalkulasikan didalam rupiah menjadi Rp68 ribu.

Di Myanmar, harga tiket dipukul rata, tidak disekat-sekat per kelas laiknya negara lain. Orang bebas mau duduk di tribun manapun: barat, timur, utara, atau selatan. Berkaca pada setiap kopetisi yang dilaksanakan di Myanmar, tribun ViP umumnya tidak dijual pada umum dan cuma untuk undangan saja.

Lalu bagaimana Thailand? waktu Thailand gantian jadi tuan Tempat Tinggal harga tiket yang dijual bermacam ragam, dimulai dari 600 baht, 500 baht, 300 baht, 200 baht, hingga 100 baht. Dalam rupiah, harga termahal ialah Rp220 ribu dan termurah Rp38 ribu.

Angka sama juga dipatok Vietnam waktu kelak lakukan jamuan indonesia pada leg ke-2. Tiket termahal dilepas 400 ribu dong atau Rp240 ribu, turunannya ialah 300 ribu dong (Rp180 ribu), 250 ribu dong (Rp150 ribu) dan termurah 150 ribu dong (Rp90 ribu).

Dari data-data diatas, jika direratakan harga jual termahal dan termurah didapati harga tiket di Myanmar Rp68 ribu, Thailand Rp115 ribu, Vietnam Rp165 ribu, akan tetapi indonesia Rp200 ribu. Dari sini, kita bisa melakukan pengambilan ketetapan kira-kira bahwa indonesia memang memancangkan harga paling tinggi dibanding negara lain.

Tapi menjadikan rerata harga termahal dan termurah Selayak acuan bahwa kompetisi tersebut tergapai/tidak sesungguhnya tidak cukup. Sebab, klasifikasi tiket lazim menganut sistem piramida—semakin mahal maka semakin sedikit pula atempat tiket yang didapatkan.

contoh, jika tiket termurah dijual Rp50 ribu atempat kursi hingga 80 persen kecakapan stadion dan tiket termahal dihargai Rp500 ribu akan tetapi atempat 10 persen saja. Apakah kita adil jika menyebut tiket kompetisi ini amat mahal disebabkan rerata harganya Rp 275 ribu? sudah pasti tidak, disebabkan untuk memandang tiket itu mahal atau tidak, bisa juga melihat berapa harga yang dilepas dan jatah peruntukan bagi kelas ekonomi.

Di Thailand, jika merujuk dari ThaiTicketMajors.com, jatah bagi kelas ekonomi menggapai 70 persen kecakapan stadion. Kategorinya terbagi menjadi tiga rerata harga 200 Bath atau Rp76 ribu. prosentasi sama juga didapat Vietnam yang mendagangkan tiket termurah Rp90 ribu. Di indonesia, berbasickan denah map dari KiosTix, kategori 3 yang ialah tiket paling murah dapat jatah sekitar 57 persen. Jika menilik dari data-data ini, lagi-lagi harga tiket yang dijual indonesia yang paling mahal.

sesungguhnya, waktu timnas menjumpai lawan sama, Vietnam, pada 9 Oktober lalu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, harga tiket yang dilepas relatif murah ketimbang semifinal AFF 2016. Untuk harga tiket termurah berkisar Rp 30 ribu hingga yang paling mahal Rp 150 ribu. Harga sama juga dipatok pada waktu itu melawan musuh bebuyutan Malaysia di Stadion Manahan, Solo pada satu bulan yg terlebih dahulu.

Tapi kompetisi-kompetisi diatas memang kompetisi ujicoba, bukan AFF. Jika kita melihat kembali AFF 2010 lalu, harga tiket terbukti mahal juga. Tim indonesia yang bermain bagus di semifinal dan lolos ke final bikin harga tiket naik hingga 2 x 1 lipat. hingga-hingga Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono dan Anggota Kabinet Pemuda dan Olahraga kala itu, Andi Mallarangeng, menegur PSSi.

“Memang tadi pagi banyak yang SMS tentang harga tiket naik, saya harap PSSi semangat kean, demi rakyat, tiket diatur jangan terlalu tinggi, jangan kejar laba semata,” kata SBY. SBY bahkan menyebut kenaikan ini Selayak Selayak kado pahit Natal dan Tahun Baru.

“Kasihan rakyat kalau harganya naik, terlalu mahal,” timpal Menpora dalam lain peluang.

Pada waktu itu, kenaikan harga tiket berlangsung di seluruh kategori, sekurang-kurangnya 50 persen. Tiket tribun termurah yang biasa dijual Rp50 ribu naik jadi Rp75 ribu, dan VViP yang semula 500 ribu jadi 1 juta rupiah.

Sang Sekjen PSSi, Nugraha Besoes, kala itu berkilah kenaikan ini tetap wajar. Alasannya kenaikan: selama penyelenggaraan kopetisi, PSSi alami defisit dan tidak mendapat kompensasi serta apa pun dari laba komersil baik itu dari iklan atau televisi. Alasan ini ganjil, sebab waktu menjadi tuan Tempat Tinggal babak penyisihan dan semifinal, PSSi menanggung untung hingga Rp24 miliar.

Kepiawaian PSSi dalam mengkapitalisasi nasionalisme dan animo penduduk kepada sepakbola sudah berlangsung sekian kali. Tidak hiraukan di level tim senior atau junior, jika kompetisinya berhasil memantik nasionalisme, harga tiket akan menggila. Pada kelompok U-23, kita bisa mengingat kenaikan harga tiket pada Final Sea Games 2011.

Pada kopetisi U-19, kepopuleran Evan Dimas, dkk juga berakhir pada harga tiket yang sama juga kompetisi timnas senior: dimulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, Rp250 ribu, Rp500 ribu hingga VViP menggapai Rp1 juta.

Yang mengenaskan, Stadion GBK yang berkecakapan 77 ribu itu senantiasa terlihat kosong melompong. waktu ditegur untuk membuat turun harga tiket, Eddy Prasetya, ketua panitia bagian tiket kompetisi, memberikan jawaban enteng. “itu sudah murah disebabkan kompetisi kini levelnya Asia,” katanya pada Tempo.

andaikata nanti indonesia berhasil menggasak Vietnam dan lolos ke babak final, kebolehjadian besar harga tiket akan naik lagi.

Tapi, ada hal yang bikin laba PSSi tak lagi bisa sebesar pada AFF 2010 atau Final Sea Games 2011: Stadion Gelora Bung Karno yang dulu dijadikan tambang uang itu kini sedang dalam step renovasi dan tidak dapat dipakai.

Mahalnya tiket plus kecakapan Stadion Gelora Bung Karno yang menggapai 80 ribu penonton ialah gabungan yang membikin PSSi untung besar. waktu babak final melawan Malaysia pada AFF 2010, laba PSSi dari penjualan tiket bisa menggapai 14 miliar.

Tapi kecakapan stadion Pakansari yang cuma 30.000 penonton, Tirto.id memberikan prediksi PSSi cuma bisa meraup laba kotor hingga Rp4,7 miliar, asumsi seluruh tiket laku terjual dan rerata harga tiket sama juga tahun 2010.

sesudah indonesia lolos ke final, lantas stadion manakah yang mumpuni untuk mengeruk untung tambah banyak? Stadion Manahan, Solo, bisa dijadikan opsi. akan tetapi Di Samping banyak yang mengeluhkan urusan akses, kecakapan Manahan pun cuma 25.000 penonton.

Opsi yang lain ialah Gelora Bung Tomo, Surabaya. GBT amat ideal Di Samping akses mudah, kecakapannya pun cukup besar, bisa memuat 50.000 penonton. Tapi, apakah PSSi berani melakukan pagelaran laga di sana? Siap-siap saja mereka disambit oleh para Bonek yang selama ini memang senantiasa keras kepada PSSi.

Bagaimana Gelora Bandung Lautan Api di Bandung? Lupakan saja. GBLA sekarang ini sedang berpindah tempat fungsi menjadi tempat bercocok tanam disebabkan situasi nya rusak berat Setelah-PON XiX lalu.

Opsi yang lain ialah Stadion Jakabaring, Palembang. ini layaknyanya ialah opsi paling akhir, sebab dalam 5 tahun paling akhir, timnas senior tidak pernah bermain di Palembang. Jakabaring paling akhir kali dipakai pada 26 November 2010, waktu ujicoba melawan Taiwan.

Pada selanjutnya, andaikata kita lolos ke final, penentuan stadion tak akan jauh-jauh dari Jakarta. Dan, lagi-lagi kalau lolos, harga tiketnya akan naik lagi atau tidak?

Pencarian Konten:

logo