Moeldoko Siap Warisi Semangat Saelan Bangkitkan Prestasi Indonesia

71 views

Kesedihan tergurat jelas di muka eks Pang5 TNi Moeldoko pada waktu itu menjengkuk Maulwi Saelan di Tempat Tinggal Sakit Pondok indah, Kamis (22/9) pagi.

Saelan dirawat di ruang iCU sejak sepekan yang lalu disebabkan harus melontarkan cairan di paru-parunya.

Saelan bukanlah nama sembarangan didunia sepakbola tanah air. Pria yang lahir di Makassar pada 8 Agustus 1928 itu ialah salah satu kiper paling baik yang pernah dimiliki indonesia.

Saelan pernah mengawal gawang indonesia waktu Olimpiade 1956 di Melbourne. Kala itu, indonesia sempat membuat imbang Uni Soviet skor 0-0 pada babak semifinal.

Saelan juga pernah menjadi Ketum PSSi periode 1964-1967. Kini, tubuh renta Salean sudah tidak dapat diajak berkompromi lagi.

“Beliau ialah salah satu pahlawan indonesia. Jasa-jasanya sudah tak terhitung. Di lapangan hijau, dia ialah salah satu pemain paling baik yang pernah dilahirkan negara ini,” tutur Moeldoko.

Moeldoko menghimpitkan bahwa kunjungannya bukan untuk melacak simpati publik jelang pemilihan Ketua Umum PSSi pada 17 Oktober mendatang. Kunjunganya murni Selayak bentuk kemanusiaan dan apresiasi.

Lulusan paling baik Akabri 1981 itu menyebutkan, kunjungannya ialah prinsip kemanusiaan yang selama ini senantiasa dipegangnya. Walau dikenal amat tegas dan disiplin, Moeldoko tetap menjujung tinggi kemanusiaan.

“Saya bukan melacak simpati disebabkan menjadi calon Ketum PSSi. Kalau beliau sakitnya sesudah kongres, saya juga tetap akan menjenguknya. Bagi saya, kemanusiaan itu diatas segalanya,” tambah Moeldoko.

Dalam peluang itu, Moeldoko juga mendengar antusiasme dan rasa cinta Saelan kepada sepakbola. perihal tersebut dihinggakan anak ke-4 Saelan, Asha Saelan.

Salah satu kecintaan Saelan ditunjukkan tetap menyaksikan laga indonesia melawan Malaysia lalu. Walau tetap berada di Tempat Tinggal sakit, Saelan tetap menyimak laga yang dilangsungkan di Solo itu.

“Bisa dibayangkan bagaimana cintanya beliau pada sepakbola. Walau sedang sakit, beliau tak ingin ketinggalan menonton kompetisi timnas. sepakbola indonesia membutuhkan sosok-sosok yang punya cinta kuat untuk membuat hidup kembali kedigdayaannya lagi,” tambah pria yang beberapa puluh tahun membina PS TNi itu.

Moeldoko juga mendengar tentang semangat Saelan membangun tim hingga lolos ke Olimpiade. Bukan cuma Olimpiade, Saelan juga turut mempunyai peran serta dalam keberhasilan indonesia lakukan tembusan empat besar Asian Games 1954 dan menggapai medali perunggu di Asian Games 1958.

sekarang ini, prestasi itu tidak dapat lagi disamai timnas indonesia. Moeldoko pun semakin tergerak membuat hidup kembali kedigdayaan sepakbola indonesia layaknya semangat yang membara di dada Saelan.

Keingintahuannya tentang semangat Saelan sejalan program Moeldoko Mendengar yang diusungnya. Tagline itu mempunyai arti bawah Moeldoko ingin membangun sepakbola holistik, tidak partial dari beragam aspek.

“Saya juga ingin mendengar langsung dari sudut pemain, wasit, pakar sepakbola, Club-Club, Sarana, SSB, regulator kompetisi, pemerintah dan Selayaknya,” tutur doktor Program Setelahsarjana ilmu Administrasi FiSiP Universitas indonesia ini.

berbasickan Moeldoko, jabatan Ketum PSSi dan Pang5 TNi mempunyai benang merah. waktu menjadi Pang5 TNi, Moeldoko harus Siapkan pasukan tempur yang siap menang.

disamping itu, peraih tanda jasa ialah Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama tersebut juga mesti memikirkan kesejahteraan Tentaranya.

“sama juga TNi, tugas paling utama Ketum PSSi ialah Siapkan timnas yang siap menggapai prestasi. disamping itu juga harus memikirkan kesejahteraan para pemain,” tutur Moeldoko.

logo