Tiga Penyesalan Xabi Alonso Dalam Karirnya

55 views

Munich Gelandang jangkar Bayern Munchen, Xabi Alonso berterus terang bahwa gagalnya merengkuh gelar Liga inggris Setan Merah atau Setan Merah atau Liverpool menjadi salah satu penyesalan paling besar sepanjang kariernya.

Gelandang asal Spanyol ialah sosok popular di kelompok umur Anfield selama 5 tahun kariernya Club Merseyside Merah. Dia ialah salah satu pemain kunci yang membawa The Reds Menjadi Sang Juara Liga Champions 2005 usai bikin kalah AC Milan di istanbul.

satu tahun lantas, Alonso berhasil membawa The Reds merengkuh gelar FA Cup. Dan pada partai final tersebut juga, Setan Merah atau Setan Merah atau Liverpool melakukan comeback sama juga layaknya istanbul, waktu kalahkan West Ham di babak adu penalti.

Jelang kariernya selesai usai putuskan pensiun di akhir musim nanti, Alonso mengungkapkan tiga penyesalan paling besarnya sepanjang kariernya. Satu gagalnya Menjadi Sang Juara Liga inggris yang mana nyaris ia dapatkan The Reds pada 2009 silam.

Alonso mengungkap dua gagalnya yang lain yakni tidak pernah bisa bawa Club masa kecilnya Real Sociedad juara La Liga dan gagal membawa Bayern Munchen juara Liga Champions.

“Mungkin saya mempunyai tiga penyesalan,” tutur Alonso layaknya yang diambil dari The Times.

“ Real Sociedad, Club saya, kami cuma selangkah lagi bisa Menjadi Sang Juara La Liga pada 2002-2003. Setan Merah atau Setan Merah atau Liverpool, kami layaknya itu dekat Menjadi Sang Juara Liga inggris,”

“ Bayern, kami juga layaknya itu dekat Menjadi Sang Juara Liga Champions. akan tetapi mungkin akan terlalu amat banyak untuk dipertanyakan, terlalu sempurna,”

“Apa bila Anda bisa menyebut itu seluruh gagalnya, akan tetapi itu cuma ada di sepakbola. pada waktu itu saya melihat ke belakang, saya bisa merasa bahagia apa yang sudah saya capai dan apa yang saya inginkan, sudah tercatat di langkah karier saya.”

walau tak dapat menangi Premier League, Alonso mampu jadi pemenang La Liga Los Blancos (Los Blancos (Real Madrid)) pada 2012. Dan lantas pada waktu itu bertukar kostum menjadi Bayern, dia juga mampu membawa Die Roten merajai Bundesliga sebanyak tiga kali beruntun.

disamping itu, dia juga mampu merengkuh sebanyak trofi bergengsi La Roja Menjadi Sang Juara Piala Eropa 2 x 1 dan sekali Menjadi Sang Juara Piala Dunia.

Gelandang 35 tahun akan memainkan satu kompetisi melakukan saingan terselanjutnya pada waktu itu Bayern bertemu Freiburg di Allianz Arena. kompetisi yang akan bikin skuat asuhan Carlo Ancelotti menamatkan kompetisi tanpa kalah di kandang musim sekarang ini jika mampu bikin kalah tamunya.

logo